BPNB Sumbar Akan Filmkan Budaya Kaur

BPNB Sumbar Akan Filmkan Budaya Kaur
Foto di depan cagar budaya Jill (penjara zaman dahulu) di Desa Ulak Bandung, Kabupaten Kaur, Bengkulu.

Bengkulu, Scientia – Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatra Barat kunjungan kerja ke Desa Ulak Bandung Kecamatan Muara Sahu, Kabupaten Kaur. Kunjungan ini membahas program pembuatan film tradisi Kaur yang akan bekerja sama dengan TVRI Bengkulu.

Kepala BPNB Sumbar, Undri mengatakan film tradisi kaur memuat profil desa, sejarah desa, dialog antara Bupati Kaur dan Kepala BPNB dan terakhir tentang film kesenian/ tradisi Kaur di Desa Ulak Bandung.

Sementara, penggiat budaya Direktorat Jenderal Kemendikbud-Ristek RI untuk Kabupaten Kaur, Meki Elyantoni mengatakan, Desa Ulak Bandung salah satu desa terpilih dari ribuan desa yang ada di Indonesia. Sedangkan, di Provinsi Bengkulu ada 3 desa yang menjadi percontohan/ pioneer program Pemajuan Kebudayaan Desa oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan.

Ketiga desa tersebut di antaranya Desa Ulak Bandung, Desa Jenggalu Kabupaten Seluma dan Desa Talang Buai Kecamatan Selagan Raya Kabupaten Mukomuko. Menurut Meki, jika program ini berhasil dan dinilai sudah sesuai dengan target, akan tercatat secara nasional untuk difasilitasi oleh Kementerian untuk program-program selanjutnya.

“Program Pemajuan Kebudayaan Desa ini dalam penyusunannya didampingi oleh daya desa yang telah kita pilih yaitu Rahmat Pinusi. Beliau penghubung dari Dinas kebudayaan Kabupaten Kaur, Perangkat Desa Ulak Bandung, Dirjen Kebudayaan, penggiat budaya kaur dan BPNB Sumbar,” kata Meki, Sabtu (12/6).

Sementara itu, Kepala Desa Ulak Bandung, Didi menyambut baik program ini. Menurutnta, tradisi Kaur sangat banyak tetapi jarang terekspos dan jarang didukung oleh pemerintah. Tardisi yang kurang diperhatikan ini bisa berangsur hilang.

“Di sini ada tari kuntau, tari dewa sembilan, pencak silat, cagar budaya Jill (penjara), pesanggrahan dan lainnya. Ini akan kami laksanakan sebaik-baiknya, tentu kami perlu bimbingan dan pembinaan,” tutup Didi.(ak)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini