Kanopi Hijau Indonesia Laporkan Proyek PLTU Bengkulu

Bengkulu, Scientia – Yayasan Kanopi hijau Indonesia melaporkan proyek PLTU Bengkulu dengan dugaan pelanggaran Andal (Analisis Dampak Lingkungan) pada Kamis, (19/11). Laporan ini didasarkan hasil pemantauan yang diterbitkan pada (12/11) lalu. Hasil kajian telah menjelaskan kalau PT Tenaga Listrik Bengkulu (TLB) telah terbukti melanggar  Andal.

Hal itu disampaikan Juru Kampanye Kanopi Hijau Indonesia, Olan Sahayu dalam  laporan publiknya.  Menurut Olan,  sangat  jelas bentuk pelanggaran yang dilakukan, mulai dari proses pengangkutan melalui darat sedangkan dalam dokumen Andal hanya melalui laut. Selain itu pengolahan abu terbang dan endap yang dikenal limbah B3 tidak sesuai prosedur karena proyek tersebut tidak memiliki kolam pengendapan dan pengangkutan dengan bak terbuka. Ditambah lagi tempat penumpukan pengendapan juga tidak memiliki pembatas dan juga tidak kedap air  sehingga bisa merembes ke laut.

“Memang ada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 8 tahun 2009 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi usaha dan/atau kegiatan pembangkit listrik tenaga termal, menyebutkan kadar maksimum suhu air bahang 40 derajat Celcius dan ini ambigu atau tidak sinkron dengan Kepmen  nomor 51 tahun 2004,” ujar Olan.

Selain itu, pihak Kanopi  dalam laporan publik menyampaikan  temuan barunya  mengenai kualitas air limbah yang berbau serta suhu air laut mencapai 40 C. Atas dasar kajian laporan publik tersebut, pihak Kanopi memutuskan untuk melaporkan PT Tenaga Listrik Bengkulu (TBL) ke Dirjen Penegakan Hukum (GAKKUM) Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) secara tertulis via pos pada (18/11) kemarin. Sehari kemudian  pihak Kanopi melakukan laporan via online serta memberikan desakan pada pihak yang berwenang.

“Kami mendesak Ditjen Gakkum segera merespon cepat laporan  demi keselamatan lingkungan,” kata Olan. (Tom).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini